Selasa, 03 Maret 2009

BANDUNG, SENIN- Ujian nasional tingkat sekolah menengah atas dan sederajat akan dilakukan serentak mulai Selasa (22/4) ini. Ujian akan diikuti 302.257 siswa se-Jawa Barat. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menargetkan angka ketidaklulusan di bawah 1 persen.

Kepala Sub Dinas Pendidikan Menengah Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Syarif Hidayat, Senin (21/4) menegaskan, hasil ujian nasional tingkat SMA dan sederajat tahun ini harus lebih baik dari sebelumnya. "Jika tahun lalu ada 1,5 persen rata-rata Jabar yang tidak lulus, tahun ini targetnya di bawah 1 persen," tuturnya.

Menurutnya, target ini tidaklah berlebihan mengingat pelaksanaan ujian nasional sudah memasuki tahun keempat. Sehingga, sudah sewajarnya sekolah dan komponen lain terbiasa mempersiapkan ujian nasional sebaik mungkin. Disinggung soal beban yang kini makin berat dimana pelajaran bertambah menjadi enam begitu juga angka kelulusan, ia optimis, itu tidak akan terlalu berpengaruh. Mengingat, kesiapan sekolah dan siswa jauh lebih matang.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah peserta ujian nasional tingkat SMA, SMK dan Madrasah Aliyah di Jabar ini mengalami peningkatan. Menurut Syarif, peningkatan itu mencapai 10 persen. "Peningkatan, terutama dari siswa SMK. Dari sebelumnya 104 ribu menjadi 116 ribu," tuturnya. Ia mengatakan, jika pun siswa tidak berhasil lulus, nantinya masih ada ujian kejar paket C pada Juli mendatang.

Optimisme pencapaian kelulusan ujian nasional yang tinggi juga disampaikan oleh pihak sekolah. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Bandung Ajat Sudrajat ditemui di sela-sela bongkar muat naskah soal di SMAN 8 Kota Bandung, kemarin, mengatakan, target 99 persen kelulusan cukup rasional. "Sebetulnya, 98 persen jika dihitung siswa yang sakit atau berhalangan," tuturnya.

Ia mengakui, meski beban ujian nasional bertambah, persiapan sekolah dan siswa pun tidak kalah hebatnya. Ini terlihat dari intensifikasi pemantapan yang dilakukan sejak jauh-jauh hari, semester pertama. Serta, try out yang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Rata-rata sekolah lakukan try out 4-6 kali. "Di tempat saya saja lima kali," tuturnya. Dari hasil try out, angka kelulusan rata-rata mencapai 80 persen. Namun, ini lebih dikarenakan tingginya tingkat kesukaran soal.(JON)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar